
PAMULANG-Suasana haru dan hangat terasa dalam kegiatan “Pembinaan Keimanan dan Akidah bagi Muallaf”. Dalam kegiatan tersebut, para muallaf tidak hanya mendapatkan bimbingan spiritual, tetapi juga pesan-pesan mendalam tentang keikhlasan dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel, KH Saidih, menyampaikan bahwa menjadi seorang Muslim adalah bentuk hidayah dan pilihan Allah SWT, bukan karena paksaan atau tekanan.
“Dalam berislam, kita harus pasrah dan ridha kepada Allah SWT. Rodhitu billahi robba, wabil islami dina, wabimuhammadin nabiyya warosula. Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasulku,” ucapnya di hadapan para peserta yang digelar oleh Muallaf Center MUI Kota Tangerang Selatan di Gedung Kelembagaan, Pamulang, Rabu (9/7/2025).
KH Saidih juga menekankan bahwa seseorang yang memeluk Islam telah membuat pilihan yang sangat pribadi dan sakral. Ia membandingkan pentingnya kesadaran dalam memilih Islam layaknya dalam pernikahan—di mana paksaan hanya akan melahirkan ketidaknyamanan.
“Dalam hal menikah saja kalau dipaksa tidak enak, apalagi soal agama. Jadi kalau sudah bersyahadat, harus benar-benar ikhlas dan menyerahkan semuanya kepada Allah,” lanjutnya.
Dalam kehidupan yang mungkin penuh tantangan dan keruwetan, para muallaf diingatkan untuk tetap yakin bahwa Allah SWT adalah pengatur segalanya—baik urusan dunia maupun akhirat. Pesan senada disampaikan oleh Staf Ahli Wali Kota Tangsel Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Heli Slamet. Ia mengingatkan para muallaf agar tidak cepat puas dalam menjalani perjalanan spiritual mereka.
“Jangan berhenti belajar. Tantangan tentu ada, apalagi sebagai muallaf. Tapi teruslah berusaha memperkaya diri dengan ilmu dan berlomba-lomba dalam kebaikan,” pesannya penuh semangat.
Kegiatan ini menjadi ruang penguatan bagi para muallaf, tidak hanya secara keimanan, tetapi juga dalam aspek mental dan sosial. Muallaf Center MUI Tangsel berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan, agar para muallaf merasa diterima dan terus mendapat dukungan dalam menjalani babak baru kehidupannya sebagai Muslim.
Demikian disampaikan oleh Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang Selatan KH Taufik Setyaudin selaku narasumber, pentingnya menjaga keyakinan atau akidah setiap muslim dalam kehidupan sehari-hari.
“Kepercayaan atau keyakinan yang mendasar dalam agama Islam yang menjadi landasan seluruh amal perbuatan seorang Muslim,” kata dia.
Kandidat doktor UIN Sunan Kalijaga ini melandaskan pada surah Al-Ikhlas ayat 1-4 yang meminta kaum muslim untuk pertama-tama meyakini Allah SWT sebagai pusat keyakinan, sebagai sumber kekuatan, tidak lahir dan melahirkan dan bersifat tunggul.
Meski demikian, dia meminta setiap muslim harus bergandengan tangan yakni jangan terpecah belah seraya berpegang pada sumber nilai yang telah diturunkan pada Nabi Muhammad SAW, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Isa AS.
Dia juga mengingatkan untuk tetap menjaga hubungan sosial yang harmonis dalam bingkai kontraktual antara satu dan lainnya, seperti menjaga amanah dalam proses hutang piutang.
“Syariat Islam yang mengatur hubungan sesama manusia berkaitan dengan urusan harta, pernikahan, kriminalitas, warisan, utang-piutang, dan lain-lain,” demikan ujar Taufik.
Para pesereta diberikan bingkisan berupa paket sembako atas kerjasama dengan Baznas Kota Tangsel serta Yayasan Griya Yatim dan Dhuafa. (din).








