Sinyal Kuat KH Saidih Lanjutkan MUI Tangsel Masa Khidmat 2024-2029, Musda IV MUI Dihadiri Walikota

SERUT (Infokom) – Musyawarah Daerah IV ( MUSDA) MUI Kota Tangerang Selatan dengan tajuk “Meneguhkan Ukhuwah Keumatan dan Kebangsaan” berlangsung di Hotel Nite and Day, Alam Sutera, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Sabtu – Ahad (4-5/5/2024).

Ketum MUI Kota Tangsel KH Saidih menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung atas terselenggaranya acara ini, semoga menjadi amal ibadah.

Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada Walikota Tangsel yang telah memberikan dana hibah sehingga terselenggaranya acara ini.

“Dengan adanya musda ini pengurus ulama menjadi pelayan umat menyangkut problematika khususnya masalah keagamaan. Musda ini sebagai momentum untuk muhasabah dan mujahadah,” pesannya.

Musda sebagai mujahadah untuk berjuang semoga negeri ini menjadi negeri baldatun toyyibatun warrobun ghofur.

Ketua Umum MUI Banten TB Hamdi Ma’ani memberikan pesan semoga Musda ini menjadi ajang silaturahmi dan membawa kemana akan berjalan menuju keselamatan fiddunya wal akhirah.”

MUI merupakan satu kumpulan mulai dari ulama dan cendekiawan yang memiliki tugas sangat berat. Karena ulama adalah khadimul umat secara arti memiliki tugas mengayomi masyarakat dari yang sajadah sampai haram jadah,” tambah ia.

Yang kedua MUI memiliki peran shadiiqul hukumah memiliki arti menjadi mitranya pemerintahan dengan demikian ulama wajib mendukung kebijakan pemerintah yang tidak bertentangan syara.

“Semoga kedepan MUI semakin maju,” tambahnya.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mendoakan semoga dalam musda ini menghasilkan keputusan dari musyawarah. Selamat bermusyawarah daerah yang keempat kalinya. Dalam kesempatan itu juga dirinya menyampaikan mohon maaf lahir dan batin.

“Kami bersama Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan jika ada kekurangan sebesar-besarnya. Insya Allah akan perbaiki di masa yang akan datang,” ucapnya.

Lanjut ia, berkahnya Indonesia dari Allah SWT, setiap pulau memiliki perbedaan bahasa, jenis makanan dan adat istiadat yang mana perbedaan adalah berkah.

“Perbedaan dalam sebuah perspektif maka jika tidak diikat dengan kebersamaan maka Indonesia akan me jadi negara bagian,” ujarnya.

“Berkah pertama adalah nilai-nilai Pancasila, maka perjuangan ulama melahirkan Pancasila menjadi perekat sebuah bangsa. Nilai Pancasila adalah perekat,” sambungnya.

Keberkahan yang lain, lanjutnya, adalah nilai-nilai budaya dan kultur dari lima sila adalah ulama. Contohnya pada nilai musyawarah tertera pada sila keempat. Peran ulama dalam mempersatukan ini sudah tidak perlu diragukan lagi.

“Jika ingin melihat Indonesia dalam secara mini, Tangsel menjadi contoh. Hampir semua suku ada di Tangsel. Berkat ulama, contohnya saat pemilu sangat tajam terjadinya gesekan. Tapi Alhamdulillah tidak ada laporan. Alhamdulillah peran ulama sangat terbantu kepada kami pemerintah serta kepada TNI dan polri,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, baik Ketua MUI Banten dan Walikota memberikan sinyal untuk melanjutkan kembali KH Saidih. (#af_m / din)