JAKARTA — Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digitalisasi (Infokomdigi) Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar workshop literasi digital berbasis Artificial Intelligence (AI). Dalam rangka memperkuat syiar zakat, infak dan sedekah (ZIS) di era digital.
Ketua Komisi Infokomdigi MUI, Hari Usmayadi, M.Kom., M.M.menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dakwah digital sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.
“Workshop bertema “Penguatan Syiar Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk Membangun Umat di Era Digital” ini akan dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026, pukul 08.00–17.15 WIB, bertempat di Aula Buya Hamka, Lantai 4, Kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi No. 51, Menteng, Jakarta Pusat,” ujarnya.
Kegiatan ini ditujukan bagi para pengelola komunikasi, media digital, kehumasan, serta pegiat dakwah digital.
“Peserta diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital dan AI secara efektif, kreatif, dan etis sebagai sarana dakwah serta penguatan komunikasi publik terkait ZIS,” tambah ia.
Masduki menjelaskan, pesatnya perkembangan AI telah mengubah cara masyarakat dalam mengakses dan menyebarluaskan informasi. Hal ini membuka peluang besar untuk memperluas jangkauan syiar Islam, termasuk edukasi zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat.
“MUI perlu memperkuat kapasitas dakwah digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, etis, dan sesuai nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Di sisi lain, BAZNAS RI terus mendorong transformasi digital guna meningkatkan kesadaran berzakat, memperluas edukasi, serta memperkuat pelayanan dan pemberdayaan umat melalui pengelolaan ZIS yang lebih efektif.
Melalui workshop ini, MUI dan BAZNAS RI berharap para peserta mampu menghasilkan konten dakwah yang informatif, kredibel, dan berdampak luas, sehingga syiar ZIS dapat semakin kuat dan menjangkau masyarakat secara lebih masif di era digital. (din).









